Batik Semar - Warisan Budaya Khas Solo
12 Agustus 2009

Jum'at, 20 Maret 2009 08:48
Batik Semar menawarkan aneka kain dan selendang dengan motif yang beragam. Yang paling unik di tempat ini, Anda bisa menemukan batik dengan bahan dasar spandex yang biasa dikenakan untuk pakaian olahraga dengan tekstur bahan yang elastis," ucap Sugianto, selaku Promotion Manager.Dari segi pemasaran di dalam negeri, Batik Semar telah mengembangkan jalur distribusi lewat toko-toko cabang dan perwakilan di berbagai kota-kota besar di Indonesia.

Selain di dalam negeri, Batik Semar juga telah mengembangkan pemasaran keluar negeri seperti ke Amerika, Eropa , Australia, dan negara-negara Asia.
"Adapun produk-produk yang disediakan oleh Batik Semar antara lain busana pria, busana wanita, busana anak-anak, baik dengan nuansa kasual, maupun formal.

Batik Semar - Warisan Budaya Khas Solo
Semar, nama yang tentu cukup familiar bagi Anda, terutama Anda yang memiliki darah keturunan Jawa. Jika Anda merupakan salah satu penggemar motif batik klasik dengan warna sogan maka Batik Semar mungkin bisa menjadi alternatif pilihan bagi Anda untuk berbelanja pernak-pernik batik.
Batik yang mengukuhkan diri dengan kekhasannya dari daerah Solo ini hingga kini boleh dibilang cukup sukses dengan 24 cabang yang tersebar di lebih dari 11 kota Indonesia.
Perusahaan batik ini didirikan oleh keluarga Kasigit sejak tahun 1947 lampau. Selain bertujuan mengembangkan usaha batik, tujuan lainnya adalah mempertahankan seni warisan budaya bangsa Indonesia.

Mulanya perusahaan Batik Semar memproduksi batik dengan nama Batik Bodronoyo, yang tak lain adalah nama dari Semar itu sendiri. Namun, karena nama Semar lebih dikenal di masyarakat umum, maka dipakailah nama tersebut pada tahun 1966.
Pemilihan nama Batik Semar sendiri bukanlah tanpa alasan. Semar merupakan sosok panutan dalam dunia Pewayangan, yang diakui sebagai Batara Ismaya, sekaligus menjadi pengasuh keluarga Pandawa. Bercermin dari sanalah maka pemilihan nama brand tersebut jatuh pada tokoh yang pertama kali ditemukan dalam karya sastra zaman Kerajaan Majapahit berjudul Sudamala.

Bagi perusahaan sendiri, nama Semar dapat diartikan sebagai
S = Sarwi atau bersama-sama,
E = Ening atau Suci bersih,
M = Marsudi atau berusaha tanpa putus asa,
A = Ajuning atau perkembangan,
R = Rasa atau Seni

Namun secara umum, Semar berarti niat tulus yang secara berkesinambungan berusaha terus untuk mengembangkan produk batik.
Batik Semar pada awalnya hanya memproduksi batik-batik tulis yang jangkauan pemasaran yang terbatas pada masyarakat golongan menengah dan menengah ke atas. Tetapi dengan maksud dan tujuan agar produksi dapat berkembang lebih baik, maka pada tahun 1952 produksi dikembangkan dengan menambah batik cap dan batik kombinasi, sehingga daya belinya dapat terjangkau oleh masyarakat luas.
Corak-corak batik yang diproduksi oleh Batik Semar tidak hanya terbatas pada corak-corak batik Solo saja, tetapi juga dikembangkan untuk memproduksi corak batik Bledakan (Jogja), Pekalongan, Cirebonan, dan Laseman.

Sejalan dari perkembangan waktu, sampai tahun 1972 batik juga mengalami perubahan dan perkembangan dengan munculnya teknik baru yang pada waktu itu disebut printing atau batik printing atau printing/sablon dengan motif batik.
Untuk mengimbangi dan mengikuti perkembangan atas kemajuan-kemajuan tersebut maka produksi Batik Semar sendiri kemudian dikembangkan lebih bervariasi baik dalam mode, corak, dan warnanya. Dari segi pemasaran di dalam negeri, Batik Semar telah mengembangkan jalur distribusi lewat toko-toko cabang dan perwakilan di berbagai kota-kota besar di Indonesia.
Selain di dalam negeri, Batik Semar juga telah mengembangkan pemasaran keluar negeri seperti ke Amerika, Eropa , Australia, dan negara-negara Asia.

"Adapun produk-produk yang disediakan oleh Batik Semar antara lain busana pria, busana wanita, busana anak-anak, baik dengan nuansa kasual, maupun formal.
Selain pakaian jadi, Batik Semar juga menawarkan aneka kain dan selendang dengan motif yang beragam. Yang paling unik di tempat ini, Anda bisa menemukan batik dengan bahan dasar spandex yang biasa dikenakan untuk pakaian olahraga dengan tekstur bahan yang elastis," ucap Sugianto, selaku Promotion Manager. Bahan prima dan polyester merupakan bahan dasar yang paling banyak diminati pelanggan batik semar. Apalagi Batik Semar juga biasa mengerjakan order partai besar untuk perusahaan asing dan dalam negeri.
Sedangkan untuk bahan-bahan premium seperti sutera, Batik Semar juga memiliki koleksi yang diminati pula oleh beberapa kalangan menengah ke atas.

Meski masih didominasi dengan pakaian pria formal seperti kemeja, namun Batik Semar selalu berusaha untuk update model pakaian terbaru.
Selain busana, mereka juga menyediakan aneka aksesoris serta souvenir etnik guna memenuhi permintaan pelanggan mereka yang banyak datang dari luar negeri. "Batik Semar juga memfasilitasi segala informasi seputar kain batik yang mereka jajakan pada label produknya. Hal ini tentunya sangat memudahkan Anda dalam memilih batik kesukaan sekaligus bisa dijadikan sumber informasi seputar batik. Misalnya baju A memiliki bahan dasar prima, dibuat dengan proses tulis, nama motif yang digunakan kawung serta tentunya harga yang ditawarkan. Belanja Batik sekaligus belajar seputar batik? Di sini tempatnya," tandasnya sambil mengakhiri pembicaraan.

Batik Semar Jakarta
Jl. Tomang Raya No. 54, Jakarta Barat 11430, Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 5673210
Telp.(021) 5667568 (kpl/meg)
Sumber : kapanlagi.com